Pengantar: Menghidupkan Makna dengan Adab
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah agung yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Namun, membaca Al-Qur'an tidak sekadar melancarkan lisan; ia harus disertai dengan adab (etika) yang mencerminkan penghormatan terhadap Kalamullah (Firman Allah). Adab membaca Al-Qur'an adalah cerminan hati kita dalam memuliakan kitab suci ini.
Memahami dan mengamalkan adab-adab ini akan meningkatkan kualitas ibadah kita, membuat bacaan lebih khusyuk, dan membuka pintu rahmat serta pemahaman yang lebih dalam terhadap ayat-ayat yang kita baca. Berikut adalah 28 adab penting yang hendaknya diperhatikan oleh seorang muslim ketika berinteraksi dengan mushaf Al-Qur'an.
28 Adab Membaca Al-Qur'an
Berikut adalah rincian adab-adab yang dihimpun dari berbagai literatur Islam:
- Bersuci (Thaharah): Disunnahkan dalam keadaan suci badan dan pakaian.
- Menjaga Wudhu: Terutama jika menyentuh mushaf secara langsung.
- Niat yang Benar: Berniat semata-mata mencari keridhaan Allah SWT.
- Mencari Tempat yang Bersih: Memilih lokasi yang tenang dan bersih.
- Menghadap Kiblat: Ini menunjukkan penghormatan tertinggi.
- Membaca dengan Tartil: Membaca perlahan, tidak terburu-buru, dan jelas.
- Membaca dengan Suara yang Baik: Menghiasi bacaan dengan suara merdu (namun tidak berlebihan).
- Membaca dengan Tadabbur: Merenungkan dan memahami makna ayat yang dibaca.
- Menjaga Pandangan: Mata fokus pada mushaf, tidak melirik ke mana-mana.
- Mengagungkan Mushaf: Memperlakukan mushaf dengan penuh hormat.
- Meletakkan di Tempat yang Tinggi: Jangan meletakkan mushaf di lantai atau tempat rendah.
- Tidak Membaca dalam Keadaan Junub: Bagi laki-laki yang berhadas besar.
- Membaca dengan Khusyuk: Hadirkan hati dan pikiran sepenuhnya.
- Membaca dengan Ta’awwudz: Mengucapkan "A'udzubillahi minas syaitonir rajim" sebelum membaca.
- Membaca dengan Basmalah: Mengucapkan "Bismillahirrohmanirrohim" di awal setiap surat (kecuali Surah At-Taubah).
- Memohon Perlindungan dari Syaitan: Dengan membaca ta’awwudz.
- Mengagungkan Huruf Al-Qur'an: Menunaikan hak setiap huruf (makhraj dan sifat huruf).
- Menahan Diri dari Menguap: Menguap saat membaca adalah bisikan syaitan.
- Tidak Mengabaikan Ayat Sajdah: Segera sujud tilawah jika menjumpainya.
- Berhenti pada Tempat yang Tepat: Memperhatikan tanda waqaf (berhenti) agar makna tidak berubah.
- Tidak Membaca Saat Menguap atau Bersin Sembarangan: Jika bersin, ucapkan Alhamdulillah setelahnya.
- Meninggalkan Bacaan Saat Ada Gangguan: Jika terganggu, hentikan sebentar, luruskan niat, lalu lanjutkan.
- Membuat Batasan Bacaan: Tidak membaca terlalu panjang hingga mengabaikan kewajiban lain.
- Tidak Membaca di Tempat Maksiat: Menjauhi tempat-tempat yang tidak pantas untuk membaca Al-Qur'an.
- Membaca Tanpa Terburu-buru: Menghindari kecepatan yang dapat merusak tajwid.
- Membaca dalam Keadaan Tenang: Menghindari bacaan saat emosi sedang memuncak.
- Menjaga Kebersihan Mushaf: Menjaga mushaf dari kotoran, noda, dan kerusakan.
- Memohon Pertolongan Allah: Memohon agar diberi kemudahan dalam memahami dan mengamalkannya.
Pentingnya Tadabbur di Atas Kecepatan
Seringkali, kita cenderung berlomba-lomba dalam kecepatan membaca, mengejar target khatam (menyelesaikan satu kali putaran bacaan). Padahal, kecepatan tanpa pemahaman bukanlah tujuan utama. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tadabbur lebih baik daripada yang membaca cepat tanpa perenungan.
Adab-adab ini adalah panduan praktis untuk memastikan bahwa interaksi kita dengan Al-Qur'an adalah sebuah dialog spiritual yang tulus. Setiap adab yang kita penuhi adalah bentuk penghormatan kita kepada Sang Pencipta, yang menurunkan firman-Nya sebagai petunjuk bagi semesta.